1. Pengobatan dan kesehatan dari Sisi
Qolbu
Mengobati
dan menjaga kesehatan qolbu sangat penting diatas kesehatan badan, kerena qolbu
adalah raja di dalam tubuh yang dimana jika qolbu sakit maka seluruh tubuh akan
sakit, sebagaimana yang telah disabdakan
oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dari
An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ingatlah bahwa di dalam
jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika
ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati
(jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)
Qolbu yang dimkasudkan disini bukan
materi fisik yang bisa dilihat, namun lebih kepada fungsinya, yaitu setiap yang
menumbuhkan perasaan dan sensitifitasnya serta getaran-getarannya, baik berupa
cinta, kebencian, mengutamakan orang lain, hasad, korohanian, kekeringan jiwa,
kekuatan, kelemahan, keimanan, kekufuran, keteguhan, kegalauan, keyakinan,
keraguan, keridhoan, cahaya dan kegelapan. Namun sebagaimana tubuh manusia pada
umumnya, yang bisa sehat, sakit dan juga mati, qolbu manusiapun mengalami hal
yang sama, ia dapat sehat, sakit dan juga mati, maka dari sisi pembahasan ini,
ia berhak di pisahkan dari pembahasan kesehatan yang lainnya.
Dengan demikian terapi qolbu lebih
penting diatas terapi kesehatan badan, karena qolbu mempunyai kedudukan yang
sangat tinggi di dalam tubuh manusia, bahkan sering di temukan dimana orang
mencoba menyembuhkan penyakit badannya tanpa menterapi qolbunya maka hasilnya
pun tidak akan sesuai harapan, Hal ini dikarenakan keduanya saling membutuhkan
dan saling melengkapi.
Adakalanya obat yang di kosumsi
tidak mampu menyembuhkan penyakit yang di derita oleh seseorang dan tidak ada
yang mampu kecuali qolbu. Kemudian ketika terapi qolbu itu masuk ke sela-sela
saripati cairan bersih dalam urat-urat di tubuhnya, dimana kalimat-kalimat
nasihat yang mengandung keimanan yang berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah atau
salah satu dari keduanya secara langsung ataupun tidak langsung dapat
berpengaruh sehingga dapat mengobati qolbu yang sakit, yang dimana penyakit di
qolbunya telah melemahkan organ-organ yang ada di tubuhnya, dan ia pun dapat
menghidupkan kembali qolbu yang mati karena kesehatannya, kesegarannya,
kebuagarannya, kemanusiannya, keperibadiannya, telah digrogoti oleh penyakit,
adapun kaidah-kaidah dalam hal menjaga kesehatan dan pengobatan qolbu terbagi
menjadi 3 hal :
1.
Hifdhul
Quwwah
“Sesuatu yang dapat menjaga kekuatanya, yaitu : Iman, Taqwa, Belajar Ilmu
Syar’i dan Dzikir-dzikir yang di baca setiap hari”
2.
Al-Himyah
‘Anil Maudhi
“Perlindungan dari faktor yang membahayakan, yaitu : menjauhkan dari melakukan
dosa, maksiat dan pelanggaran terhadap Syari’at Islam.
3.
Istifrogh
Al-Mawadi Al-Fasad “Pembersihan dari segala unsur rusak yang timbul
padanya, yaitu melakukan taubatan Nasuha dan instropeksi diri, mengingat-ingat
dosa dan memohon ampunan kepada Allah Azza wa jalla.
Penyakit
qolbu adalah sejenis kerusakan yang terjadi pada seseorang yang akhirnya
merusak penglihatan dan keinginan terhadap kebenaran, ia tidak dapat melihat
kebenaran sebagai kebeneran, akan tetapi sebaliknya atau daya penglihata
terhadap kebenaran berkurang, kehendak terhadap kebenaran menjadi rusak,
sehingga ia membenci kebenaran dan bermanfaat, mencintai kebatilan yang
mebahayakan, atau kedua-duanya bercampur aduk pada dirinya, dan inilah yang
terjadi pada umumnya
Oleh karena itu kata Al-Amrodh
(Penyakit), terkadang ditafsirkan dengan Asy-Syakk dan Ar-Rayd (keraguan),
sebagamana perkataan Mujahid dan Qotadah ketika menafsirkan Firman Allah Azza
wa Jalla surat Al-Baqarah : 10
“Di dalam Qolbu mereka ada penyakit”
Yakni : Keraguan.
Terkadang
kata-kata tersebut ditafsirkan dengan Syahwatuz-zina (keinginnan untuk
berzina). Sebagaimana penafsiran dari Fiman Allah surat Al Ahzab : 32
“Sehingga berkeinginanlah orang yang ada
penyakit dalam hatinya”
Penyakt yang pertama adalah Syubhat
sedangkan penyakit yang kedua adalah penyakit Syahwat. Kesehatan Qolbu bisa di
jaga dengan hal serupa dengannya , sedangkan penyaki dapat di tolak dengan
menggunakan hal yang bertentangan dengannya, penyakit Qolbu akan semakin kaut
dengan adanya hal yang serupa dengan penyebabnya dan akan hilang dengan adanya hal
yang bertentangan dengan penyebabnya. Demikian pula kesehatan dapat dipelihara
dengan hal yang serupa dengan penyebabnya serta melemah atau menghilang dengan
hal yang bertentangan dengannya.
Qolbu akan terganggau oleh sedikit
saja adanya syubhat atau syahwat. Ia tidak akan mapu menolak ketika syubhat dan
syahwat datang padanya. Sedangkan Qolbu yang sehat dan kuat ketika di datangi
oleh subhat dan syahwat yang berlipat ganda dari itu, ia pun akan mapu
menolaknya dengan kekuatan dan kesehatanya.
2. Obat Penyakit Qolbu Alamiah dan
Syari’ah.
Penyakit
Qolbu ada 2 macam :
1.
Penyakit yang tidak dirasakan sama sekali
oleh pemilik Qolbu tersebut, misalnya penyaki Jahl dan Syubhat atau Syukuk.
Pada dasarnya penyakit inilah yang
menjadikan seseorang lebih menderita, akan tetapi dikarenakan kerusakan
Qolbunya tidak dirasakan olehnya juga dikarenakan ke Jahilan dan hawa nafsu
yang membuat dirinya tidak mampu merasakannya. Sedangkan penderitaan itu
benar-benar ada, hanya saja ia terhalang darinya karena disibukan dengan
kebalikannya. Diantara dua macam penyakit Qolbu, penyakit inilah yang berbahaya
dan sulit disembuhkan, yang dapat mengobati adalah Rosul ‘Alaihi Sholatu
Wassalam dan para pengikut-pengikut mereka, seperti para ulama dan Dai-dai yang
berpegang teguh di atas Al-Qur’an dan SunnaNya, merekalah para tabib untuk
penyakit ini.
2.
Penyakit yang bisa langsung dirasakan,
seperti kecemasan, kesedihan, kesusahan, kemarahan. Penyakit ini bisa hilang
dengan obat-oabt alami, misal dengan membuang faktor penyebabnya atau dengan
menggunakan kebalikan dan penghilang faktor
penyebab tersebut, Qolbu memang bisa sakit dan menderita disebabkan oleh
penyakit dan penderitaan yang menimpa badan, sebagaimana badan seringkali
mengalamu sakit dan menderita karena penyakit dan penderitaan yang menimpa
Qolbu.
Maka
dari pada itu penyakit Qolbu yang dapat hilang dengan obat-obatan alami adalah
sejenis penyakit jasmani. Penyakit ini mungkin tidak mengakibatkan seseorang
menderita dan di siksa setalh wafat. Adapun penyakit Qolbu yang hanya bisa di
sembuhkan dengan obat-obat Keimanan, itulah yang menyebabkan seseorang ditimpa
kesengsaraan dan disiksa setelah wafatnya, jika ia menemukan obat-obat keimanan
maka ia akan memperoleh kesembuhan.
Oleh
karena itu orang-orang Arab biasa mengatakan, Syafa Ghaizhahu (ia telah menyembuhkan
kemarahannya), apabila seseorang dikalahkan oleh musuh ia akan menderita, dan
akan tetapi bisa ia berhasil melakukan pembalasan maka Qolbunya akan sembuh.
Allh Azza
wa jalla berfirman :
“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka
dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan
menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.
dan
menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. dan Allah menerima taubat orang
yang dikehendakiNya. Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
(QS At-Taubah 14-15)
Dalam ayat diatas, Allah Azza wa
Jalla memerintahkan kaum mukmin untuk memerangin musuh mereka. Allah Azza wa
Jalla memberitahu mereka bahwa hal itu mengandung 6 faedah. Jadi pada dasarnya
kemarahan itu dapat melukai dan menyakiti Qolbu, sedangkan pengobatannya adalah
dengan membuangnya, apabila seseorang yang marah mengobati kemarahannya dengan
kebenaran, niscaya ia akan memeperoleh kesembuhan, akan tetapi apabila ia
mengobati kemarahan tersebut dengan kezaliman dan kebathilan, niscaya akan
bertambah sakiit meskipun ia beranggapan akan mendapatkan kesembuhan,
sebagaimana orang yang terkena penyakit asmara yang mengobati dengan melakukan
perbuatan dosa dengan orang yang dicintainya, maka hal tersebut akan
memperparah penyakinya, bahkan akan menimbulkan penyakit lain pada dirinya yang
lebih sulit dari pada penyakit masuk asmara/cinta.
Demikian halnya dengan kebodohan, ia
juga merupakan penyakit yang menjadikan Qolbu menderita. Ada manusia yang
mengobatinya dengan ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat. Dengan ilmu-ilmu itu
merasa seakan-akan telah sembuh penyakitnya padahal ilmu itu pada hakikatnya
hanyalah menambah penyakit yang ada pada Qolbunya, hanya saja ia disibukan
dengan ilmu-ilmu tersebut sehingga ia tidak mampu merasakan penderitaannya yang
mengendap didalam Qolbunya dikarenaka ketidaktahuan tentang ilmu-ilmu yang
bermanfaat, yang merupakan syarat untuk kesembuhan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda tentang orang-orang
bodoh yang berfatwa, sehinga orang yang bertanya mati akibat fatwa mereka :
“Mereka
telah membunuhnya, semoga Allah membunuh merekan! Mengapa mereka tidak bertanya
jika tidak mengetahui, kerena obat dari kebodohan adalah bertanya” (HR Abu Daud : 284)
dalam
hadist di atas Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam menyebut kebodohan sebagai penyakit yang bisa disembuhkan dengan
bertanya kepada orang-orang yang berilmu.
Dari sini kita dapat menyimpulkan
bahwasannya diantara penyakit-penyakit
Qolbu tersebut ada yang dapat disembuhkan dengan obat-obatan alami dan ada juga
yang tidak bisa di
sembuhkan kecuali dengan obat-obatan keimanan dari Ilmu-ilmu yang Syar’i
sesusai pentunjuk Al-Qur’an dan Assunnah. Qolbu bisa hidup, mati, sakit dan
sembuh, semua ini lebih penting dari pada hidup, mati, sakit dan sembuhya
badan, namun pada hakikatnya hanya Allah lah yang mempunyai kehendak atas
setiap kesembuhan.
Saudaramu Irfan fauzi
Sumber : Ilmu Pengobatan Klasik & Thibbun Nabawi
Saudaramu Irfan fauzi
Sumber : Ilmu Pengobatan Klasik & Thibbun Nabawi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon Kritik dan Saran Anda